Sabtu, 01 Maret 2014

jadi sastrawati dulu yook :D

nah ini ni puisinya bagus bagus bingit pokonya :D 

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
  dengan kata yang tak sempat diucapkan
  kayu kepada api yang menjadikannya abu

 aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
 dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
Sapardi Djoko Damono
“Aku mencintaimu.
 Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
 keselamatanmu”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

“dalam diriku mengalir sungai panjang,darah namanya;
 dalam diriku menggenang telaga darah,
 sukma namanya;
 dalam diriku meriak gelombang sukma,
 hidup namanya;
 dan karena hidup itu indah,
 aku menangis sepuas-puasnya”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“tak ada yang lebih tabah
 dari hujan bulan Juni
 dirahasiakannya rintik rindunya
 kepada pohon berbunga itu

 tak ada yang lebih bijak
 dari hujan bulan Juni
 dihapusnya jejak-jejak kakinya
 yang ragu-ragu di jalan itu

 tak ada yang lebih arif
 dari hujan bulan Juni
 dibiarkannya yang tak terucapkan
 diserap akar pohon bunga itu”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

Sajak kecil tentang cinta

Mencintai angin harus menjadi siut...
Mencintai air harus menjadi ricik...
Mencintai gunung harus menjadi terjal...
Mencintai api harus menjadi jilat...
Mencintai cakrawala harus menebas jarak...

MencintaiMu harus menjadi aku”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar